Khamis, 31 Januari 2013

Simulasi Jaringan Komputer dengan aplikasi Cisco Packet Tracer

Simulasi Jaringan Komputer dengan aplikasi Cisco Packet Tracer


Saat ini banyak sekali cabang untuk Ilmu komputer, antara lain adalah Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering), System bisnis cerdas, Sistem Informasi, serta tak lupa ilmu mengenai jaringan komputer. Diantara cabang ilmu diatas, yang paling sering terdengar belakangan ini adalah mengenai jaringan komputer.

Dalam jaringan komputer banyak sekali yang harus dipelajari, antara lain mengenai internet, TCP/IP, HTTP, pengamanan jaringan, jaringan multimedia, simulasi jaringan dan masih banyak sub-sub ilmu yang harus dipelajari. Namun yang menjadi dasar adalah bagaimana kita paham tentang dasar jaringan komputer itu sendiri, untuk itu kita tidak hanya membaca teori semata, kita juga harus praktek di lapangan agar mengerti.
Tapi betapa butuh biaya yang sangat banyak jika kita ingin mempraktekkan sebuah jaringan komputer (walaupun yang sederhana), oleh karena itu, Cisco sebagai perusahaan terkemuka di bidang jaringan meluncurkan sebuah aplikasi yang sangat menolong bagi kita yang ingin menyimulasikan jaringan komputer, yaitu dengan Cisco Packet Tracer
Packet tracer merupakan sebuah software yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi jaringan. Untuk mendapatkan software ini sangatlah mudah, karena kita bisa mendapatkannya secara gratis dari internet. Kita bisa langsung mengunduhnya di http://www.mediafire.com/?zziz2tziywj
Karena disini saya akan membahasa mengenai sedikit tutorial mengenai membuat jaringan, maka untuk proses download dan instalasi (yang sangat mudah) tidak perlu saya jelaskan. Oke langsung saja kita menuju tutorial.

  • Klik start -> Programs -> Packet Tracer
  • Atau klik iconnya pada desktop
Berikut ini tampilan worksheet nya.
  • Untuk menambahkan device ke area kerja, maka dapat dilakukan langkah-langkah berikut
    • Pilih salah satu device yang akan ditambahkan dengan cara klik iconnya
    • Pilih salah satu jenis device yang akan ditambahkan dengan cara klik dan drag atau klik salah satu icon kemudian klik pada area kerja.
Oke, disini kita akan menyimulasikan jaringan sederhana, ambil saja contoh sebuah warnet dengan 1 router, 1 hub dengan 9 PC client.
Disini kita langsung definiskan terlebih dahulu berapa IP untuk masing-masing PC tersebut.
Nama PC IP Address Subnet Mask Default Gateway
Router1 192.168.1.1 255.255.255.0
PC-0 192.168.1.2 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-1 192.168.1.3 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-2 192.168.0.4 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-3 192.168.0.5 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-4 192.168.0.6 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-5 192.168.0.7 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-6 192.168.0.8 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-7 192.168.0.9 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-8 192.168.0.10 255.255.255.0 192.168.1.1
  • Buat sebuah jaringan seperti gambar berikut, karena defaultnya isi slot dari sebuah hub adalah 6, kita akan menambahkannya menjadi 10 dengan men-drag modul di pojok kanan bawah ke slotnya hub.

  • Langsung saja kita mulai mengkonfigurasi seluruh devicenya. Untuk pertama kali kita konfigurasi router1. Klik tab config, Kita masukkan IP address dan mask-nya sesuai dengan table.
  • Untuk hub tidak ada konfigurasi, karena digunakan sebagai perantara.
  • Sekarang kita konfigurasi untuk semua clientnya.
  • Berikut ini cara konfigurasi PC-0 (gunakan juga cara ini untuk PC-PC lainnya)
  • Double click gambara PC nya, kemudian pilih tab config, kemudian pilih setting, isi gatewaynya sesuai dengan table, kemudian pilih FastEthernet dan isikan IP addres dan mask sesuai dengan tabel.


  • Setelah selesai mengkonfigurasi semuanya. Kita akan mengetesnya, apakah jaringan yang kita buat sudah benar atau tidak. Caranya adalah dengan menggunakan fasilitas Ping di setiap PC.

  • Double-klik sembarang PC, kemuadian pilih tab Desktop, lalu pilih Command Prompt. Lalu kita ketikkan perintah Ping[spasi]IP tujuan

  • Jika terdapat reply, maka sudah terhubung satu dengan IP tujuan, gunakan fasilitas ini untuk mengecek keseluruhan IP

  • Jika sudah me-reply semuanya, maka jaringan anda sudah benar dan siap dipakai :)

Dengan adanya software simulasi semacam packet tracer, maka sangat memberi kemudahan untuk mempraktekkan teori-teori yang telah kita dapat. Kita hanya perlu menginstall software, tidak perlu membeli device-device yang kita perlukan. Dan software ini biasa juga digunakan untuk para ahli jaringan sebelum mendeploy sebuah jaringan di perusahaan atau instansa-instansi terkait. So, mengapa kita tidak mencobanya? :)

Pengertian dan Prinsip Kerja LAN

Pengertian dan Prinsip Kerja LAN

LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah sistem komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri.
Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik. Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama.
LAN yang umumnya menggunakan hub, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuantentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.
Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai
berikut:
•Workstation
————
Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer.
Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer
yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe.
Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan
jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.
•Server
——-
Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan
workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber
daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak
digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan
bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server,
file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa
fungsi pelayanan sekaligus.
•Link (hubungan)
—————-

Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut
secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai
media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari
link adalah:
1.Kabel Twisted Pair
•Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted
Pair(UTP)
•Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon
•Relatif murah
•Jarak yang pendek
•Mudah terpengaruh oleh gangguan
•Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps
2.Kabel Coaxial
•Umumnya digunakan pada televisi
•Jarak yang relatif lebih jauh
•Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair, 30 Mbps
•Harga yang relatif tidak mahal
•Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair
3.Kabel Fiber Optic
•Jarak yang jauh
•Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps
•Ukuran yang relatif kecil
•Sulit dipengaruhi gangguan
•Harga yang relatif masih mahal
•Instalasi yang relatif sulit
•Network Interface Card (NIC)
—————————–
Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan
ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang
dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan
Network Interface Card (NIC).
•Network Software
—————–
Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja
sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem
komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.
Peralatan Pendukung LAN
=======================
a.Repeater
————
•Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan dan memperkuat sinyal
•Banyak digunakan pada topologi Bus
•Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian
data secara broadcast
•Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk
maka port-port yang lain harus menunggu.
b.Hub
—–
•Bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan sinyal
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
•Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
•Hanya memiliki satu buah domain collision
c.Bridge
——–
•Bekerja di lapisan Data Link
•Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
•Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port
d.Switch
——–
•Bekerja di lapisan Data Link
•Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
•Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port
•Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)
e.Router
——–
•Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
•Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data
•Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN

Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box

Membuat Jaringan Komputer Sederhana (virtual) dengan Virtual Box


VirtualBox adalah aplikasi virtual mesin yang memungkinkan Anda untuk menginstall Sistem Operasi (SO) lain, dan dijalankan bersamaan di atas sistem operasi induknya. VirtualBox adalah aplikasi open source keluaran Sun MicroSystem (sekarang diakuisisi oleh Oracle) yang ditargetkan untuk Server, desktop dan penggunaan embedded.

Selain digunakan untuk mencoba aplikasi OS lain, virtual box juga bisa digunakan untuk membuat virtualisasi jaringan komputer sederhana.
Dalam artikel ini penulis akan membahas bagaimana langkah-langkah membuat jaringan komputer sederhana (virtual) dengan Virtual Box, sebelum memulai langkah, kita harus menginstal dulu aplikasi virtual box, caranya ada di artikel ini, (catatan = penulis menggunakan host Mac OS X, guestnya Windows XP dan Linux Ubuntu 10.10), kemudian setelah itu kita merencanakan bagaimana model jaringan yang akan kita buat, penulis akan memberi contoh sebagai berikut untuk model jaringannya.

sebagai komputer induk yaitu komputer yang ber-OS MacOS X, kemudian guestnya yaitu sistem operasi Windows XP dan Ubuntu 10.10.
kita langsung mulai saja bagaimana langkah-langkahnya membuat jaringan komputer sederhana dengan model diatas.
  • Jalankan aplikasi virtual box anda

  • Pilih setting, kemudian pilih network, ganti piliha Attached to menjadi Bridged Adapter (lakukan di kedua guest, XP dan Ubuntu)


  • Kemudian buat wireless add-hoc di komputer host

  • Atur penomeran IP seperi contoh pada gambar model
  • Jalankan komputer guest, Windows XP dan Ubuntu

  • Masuk ke guest XP, atur IP guest XP dengan cara Control Panel ->  Network Conncetion -> klik kanan pilih properties padanetwork yang sedang aktif -> pilih TCP/IP
  • Atur IP guest XP sesuai dengan model.
  • Cek koneksi jaringan dengan cara buka Command Prompt, terus ketikkan ping ip dari host Mac OS. Jika sukses maka akan muncul pesan sebagai berikut.

  • Sukses! Buat yang windows XP, sekarang waktunya konfigurasi guest Ubuntu.
  • Masuk ke System -> Preferences -> Network Configuration
  • Pilih wired, kemudian Auto Ethernet, lalu pilih tombol Edit
  • Atur IP guest Ubuntu sesuai dengan gambar model.
  • Oke, konfigurasi selesai, saatnya mengecek sukses atau tidak, dengan masuk ke terminal, kemudian ping IP ke host Mac OS atau ping ke guest Windows XP.

  • Done!, untuk mengecek keseluruhan jaringan, maka kita ping dari satu ke yang lainnya.


Jadi, virtual box banyak sekali manfaatnya, salah satunya tutorial diatas, yaitu membangun jaringan sederhana, daripada kita beli PC / laptop secara fisik hanya untuk belajar jaringan, dengan virtual box kita tidak mengeluarkan sepeser uang pun untuk belajar jaringan sederhana karena Virtual Box juga berlabel freeware alias software gratis. Selamat Belajar! :)

Melihat Aktivitas dan Scanning IP Jaringan Menggunakan Advance IP Scanner

Melihat Aktivitas dan Scanning IP Jaringan Menggunakan Advance IP Scanner


Teknologi jaringan komputer saat ini semakin hari semakin berkembang, sisi efektifitas dan portabilitas sangat diperhatikan. Jika kita sedang mengurusi jaringan kantor, sekolah, warnet atau tempat-tempat yang lain membutuhkan jaringan, pastinya kita sangat butuh sebuah tools yang dapat bertugas untuk, Melihat siapa saja yang aktif dalam jaringan, Remote computer, Wake-On-LAN, dan lain-lain,  kita tidak perlu bingung-bingung, karena sudah ada tools gratis yang menyediakan fungsi-fungsi diatas. Yaitu Advance IP Scanner.

Tools / utility hasil buah tangan kru Radmin ini sangatlah mudah digunakan, mulai dari instalasi sampai penggunaannya.  Banyak sekali fitur-fitur yang disediakan oleh Advance IP Scanner ini, antara lain adalah:

  • Fast Network Scanning

Dengan IP Scanner, Anda dapat memindai ratusan alamat IP secara simultan pada kecepatan tinggi. Perangkat lunak ini mendukung pemindaian HTTP, HTTPS, FTP dan shared folder. Memindai jaringan Anda untuk mendapatkan informasi detail tentang semua perangkat yang terhubung termasuk nama komputer dan MAC address-nya.
  • Integration with Radmin remote access software

IP Scanner dan Radmin sangat terintegrasi. IP Scanner memungkinkan Anda memindai jaringan, menemukan semua computer yang menjalankan Radmin Server, dan terhubung ke salah satu dari mereka dengan hanya satu klik. Dengan Radmin, Anda dapat mengakses PC dengan Kontrol Penuh, Transfer File, dan mode Telnet.
  • Remote PC Shutdown

Fitur ini mampu untuk men-shut down PC sistem operasi Windows yang terhubung di jaringan. Anda dapat menggunakan hak akses default atau menentukan login dan password untuk shutdown. Fitur ini sangat berguna bagi administrator jaringan karena memungkinkan dia untuk mematikan computer-komputer pada akhir hari kerja.
  • Wake-On-LAN
Anda dapat bangun menghidupkan computer secara jarak jauh dengan menggunakan IP Scanner jika kartu jaringan PC itu mendukung  fitur “Wake-On-LAN”
  • Simple dan User Friendly
IP Scanner sangat simple serta  user-friendly interface. Untuk operasi batch sederhana, memungkinkan Anda untuk menyimpan daftar komputer yang akan dipindai dalam daftar Favorites. IP Scanner akan secara otomatis memanggil Favorit Anda pada saat startup. Anda kemudian dapat memilih apakah akan memindai seluruh jaringan Anda atau hanya komputer dalam daftar Favorites.
Untuk langkah-langkah memulainya adalah :
  • Pastikan computer anda tersambung di suatu jaringan.
  • Download Advance IP scanner versi terbaru di http://www.radmin.com/products/ipscanner/
  • Extract kompresinya kemudian Jalankan installernya seperti biasa
  • Oke, saatnya menjadi Administrator jaringan :)
Dengan tersedianya tools-tools seperti Advance IP Scanner, maka tugas kita menjadi lebih mudah untuk mengawasi jaringan, kita tidak perlu lagi mengetikkan perintah-perintah CMD atau command prompt yang banyak itu, tidak juga bergelut dengan layar hitam putih, cukup double klik icon Advance IP Scanner kemudian lakukan perintah sesuai keinginan anda :)

Topologi jaringan

Topologi jaringan


TOPOLOGI – TOPOLOGI JARINGAN
Pengertian topologi
       topologi adalah skema,design untuk merancang sebuah jaringan atau cara menghung-hubungkan komputer yang satu dengan komputer lain.
Topologi ada lima 5 macam :
1. Topologi BUS 
        Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentangkan kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.
Kelebihan topologi Bus :
•  Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih mudah
•  Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya
•  Hemat kabel sehingga biaya instalasi relatif lebih murah
•  Penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kekurangan topologi Bus :
•  Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal
•  Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit
•  Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi.
•  Keamanan data kurang terjamin
•  Diperlukan repeater untuk jarak jauh
2. Topologi Ring
         Disebut topologi ring karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Cincin ini hampir sama fungsinya dengan concenrator pada topologi star yang menjadi pusat berkumpulnya ujung kabel dari setiap komputer yang terhubung.
Kelebihan topologi ring :
•  Dapat melayani aliran lalulintas data yang padat
•  Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanandari server
•  Trasmisi data yang relatif sederhana seperti perjalanan paket data dalam satu arah saja.
Kekurangan topologi ring :
•  Kerusakan pada salah satu media pengirim/terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
•  Paket data harus melewati setiap komputer antara pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat
•  Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.
3. Topologi STAR
         Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.
Kelebihan topologi star :
•   Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke simpul pusat maka pengelolaan menjadi mudah
•   Kegagalan komunikasi mudah ditelusuri.
•   Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain.
•   Kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan.
Kekurangan topologi star :
•   Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi
•   Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat.
•   Boros dalam penggunaan kabel
•   Kondisi HUB harus tetap dalam kondisi baik, kerusakan HUB berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga computer tidak dapat saling berkomunikasi.
4. Topologi Mesh
         Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. setiap perangkat Setiap prrangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
Kelebihan topologi mesh :
•   Dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat tujuan.
•   Data dapat di kirim langsung ke computer tujuan tanpa harus melalui computer lainnya lebih cepat. Satu link di gunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang di tuju.
•   Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
•   Mudah dalam proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Kekurangan topologi mesh :
•   Setiap perangkat harus memiliki I/O port. Butuh banyak kabel sehingga butuh banyak biaya.
•   Instalasi dan konfigurasi lebih sulit karena komputer yang satu dengan yang lain harus terkoneksi secara langsung.
•   Biaya yang besar untukmemelihara hubungan yang berlebih.
5. Topologi Tree
         Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
Kelebihan topologi tree :
•  Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point
•  Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan pada titik koneksi hub.
•  Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur
•  Topologi tree ini memiliki keunggulan lebih mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
Kekurangan topologi tree :
•  Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
•  Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
•  Kabel yang digunakan menjadi lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan.
•  HUB menjadi elemen kritis.

Persiapan merakit PC

Persiapan merakit PC




Langkah - langkah Merakit PC



I. PERSIAPAN
    1. penentuan konfigurasi komputer
    2. persiapan komponen dan perlengkapan
    3. pengaman
II. PERAKITAN
  
     Tahapan proses perakitan terdiri dari :
  1. Penyiapan motherboard
  2. Memasang processor
  3. Memasang headsing
  4. Memasang modul memory
  5. Memasang motherboard ke casing
  6. Memasang drive
  7. Memasang Card adapter

setting billing warnet

setting billing warnet


Cara setting billing WARNET
Saat ini warnet di Indonesia Djogja khususnya Semakin menjamur, Walaupun banyak warnet tetapi tetep ramai juga karena internet saat ini udah menjadi bagian dari kebutuhan pokok kita apalagi pelajar. Mahasiswa, pegawai sipil kantor perbankkan maupun masyarakat umum. Dengan alasan itulah walaupun banyak warnet tetep akan laku juga..
Kebanyakan Warnet menggunakan menggunakan system billing explorer untuk menghitung biaya yang di gunakan cliennya, ini sebagian kecil dalam menseting billing warnet .
1. pertama kita siapkan computer yg sudah siap di pakai
2. instal billing server jika di gunakan untuk server dan billing clien jk pc di pakai untuk clien di dalam pc anda (jika belum memiliki master yg untuk instal silahkan Download di sini)
3. setelah di instal silahkan registrasi dahulu..(dengan cara masuk ke help>.menu registrasi)
4. setelah registrasi berhasil baru kita setting system biaya dan system time log in nya
5. dan inilah langkah-langkah dalam menyetting system billing warnet
Cara setting billing explorer WARNET
Masuk ke menu setup konfigurasi
Masukkan passwd admin (kalo masi standar 008)
Akan muncul tampilan seperti ini
Untuk mensetting biaya pemakaian clien masuk pada
Seting biaya Dan klik tombol system group
akan muncul spt gambar di bawah ini
Silahkan isi nominal harga tiap menit/group nya
System paket
Silahkan masukkan biaya durasi tiap menit serta time log in nya terus add
Setting discount dan time log in
Klik tombol Discount & time login
Klik tombol time login
Time log in adalah system waktu dimana 1(enable) adalah user bisa melakukan login sedangkan untuk 0(disable) adalah user tidak bisa melakukan login isikan sesuai selera dimana jam2 tertentu bisa login dan tidak bisa login

Setting discound happy your
Klik tombol Discount & time login
Klik tombol setting discount
Isikan discound sesuai jam2 tertentu..seperti pada gambar di atas
Setting password
Tulis paswd sesuai selera anda
Setting System
Pilih sesuai dgn yg anda sukai
Setting daftar operator
Klik tombol daftar operator
Isi nama dan biodata operator baru lalu add untuk menambah daftar nama operator atau delete untuk menghapus
Keterangan setiap kali selesai nyetting usahakan langsung save kalo udah selesai setting sebaiknya BEX di restar dulu.
BILLING SIAP DI PAKAI (usahakan tes registrasi nya udah benar)